Mendidik Anak

*Majlis Ta’lim* *Al-Firdaus*

Taushiyah Harian

Jum’at  10 – November – 2017

๐Ÿ•Œ๐ŸŒดSudah sepekan Pak karto berbaring di rumah sakit karena sakit jantung yang dideritanya, ditunggui istri tercinta yang sudah sama-sama tua. Pak Karto dan istrinya dikaruniai 5 orang anak yang sudah besar-besar dan berkeluarga. Kelima anaknya termasuk orang yang sukses dalam berkarier diberbagai bidang. Anak pertama menjadi dokter, anak kedua menjadi pengusaha, anak ketiga menjadi perwira tinggi di militer, anak keempat menjadi insyinyur dan anak terakhir menjadi anggota dewan. Karena kesibukan masing-masing, kelima anaknya tidak sempat menjenguk bapak-ibunya di desa, bahkan pada hari raya saja, mereka jarang pulang. Pak Karto memang bercita-cita supaya semua anaknya berhasil dalam hidupya, tetapi beliau lupa memikirkan tentang kehidupan di akhirat, sehingga anak-anak Pak Karto ada yang sholat, ada yang tidak sholat. 

๐ŸŒด๐Ÿ•ŒBapak/Ibu/Saudaraku yang dirahmati Allah, banyak orang yang menjadikan kehidupan dunia sebagai tujuan, padahal kehidupan dunia itu sifatnya hanya sementara, sedang kehidupan akhirat itu lebih panjang dan abadi, maka jadikanlah kehidupan dunia sebagai alat/sarana untuk mencapai kehidupan akhirat. Mari kita didik anak-anak kita tidak hanya untuk kebahagian dunia, tetapi juga kebahagiaan akhirat. Allah telah mencontohkan kepada kita, bagaimana cara mendidik anak supaya bermanfaat bagi kita di dunia dan akhirat dengan cara : 

*1.  Meniatkan mendidik anak untuk menjadi hamba Allah, bukan hamba dunia.* 

ุฅูุฐู’ ู‚ูŽุงู„ูŽุชู ุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุชู ุนูู…ู’ุฑูŽุงู†ูŽ ุฑูŽุจู‘ู ุฅูู†ู‘ููŠ ู†ูŽุฐูŽุฑู’ุชู ู„ูŽูƒูŽ ู…ูŽุง ูููŠ ุจูŽุทู’ู†ููŠ ู…ูุญูŽุฑู‘ูŽุฑู‹ุง ููŽุชูŽู‚ูŽุจู‘ูŽู„ู’ ู…ูู†ู‘ููŠ ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุงู„ุณู‘ูŽู…ููŠุนู ุงู„ู’ุนูŽู„ููŠู…ู

(ุขู„ูŠ ุฅู…ุฑุงู† : ูฃูฅ)

_”(Ingatlah), ketika isteri ‘Imran berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”_

 (QS Ali Imron:35)

*2.  Menanamkan aqidah untuk tidak berbuat musyrik dan berbakti kepada orang tua.*

ูˆูŽุฅูุฐู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูู‚ู’ู…ูŽุงู†ู ู„ูุงุจู’ู†ูู‡ู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ูŠูŽุนูุธูู‡ู ูŠูŽุง ุจูู†ูŽูŠู‘ูŽ ู„ูŽุง ุชูุดู’ุฑููƒู’ ุจูุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ุดู‘ูุฑู’ูƒูŽ ู„ูŽุธูู„ู’ู…ูŒ ุนูŽุธููŠู…ูŒ (ูกูฃ) ูˆูŽูˆูŽุตู‘ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุงู„ู’ุฅูู†ู’ุณูŽุงู†ูŽ ุจููˆูŽุงู„ูุฏูŽูŠู’ู‡ู ุญูŽู…ูŽู„ูŽุชู’ู‡ู ุฃูู…ู‘ูู‡ู ูˆูŽู‡ู’ู†ู‹ุง ุนูŽู„ูŽู‰ ูˆูŽู‡ู’ู†ู ูˆูŽููุตูŽุงู„ูู‡ู ูููŠ ุนูŽุงู…ูŽูŠู’ู†ู ุฃูŽู†ู ุงุดู’ูƒูุฑู’ ู„ููŠ ูˆูŽู„ููˆูŽุงู„ูุฏูŽูŠู’ูƒูŽ ุฅูู„ูŽูŠู‘ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุตููŠุฑู (ูกูค)

(ู„ู‚ู…ุงู† : ูกูค- ูกูฃ)

 _”Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar, Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.”_

(Q S Luqman:13-14)

*3.  Menanamkan rasa muroqobah (merasa diawasi Allah), sehingga tidak berani maksiat dimanapun berada.*

ูŠูŽุง ุจูู†ูŽูŠู‘ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ุฅูู†ู’ ุชูŽูƒู ู…ูุซู’ู‚ูŽุงู„ูŽ ุญูŽุจู‘ูŽุฉู ู…ูู†ู’ ุฎูŽุฑู’ุฏูŽู„ู ููŽุชูŽูƒูู†ู’ ูููŠ ุตูŽุฎู’ุฑูŽุฉู ุฃูŽูˆู’ ูููŠ ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงูˆูŽุงุชู ุฃูŽูˆู’ ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ูŠูŽุฃู’ุชู ุจูู‡ูŽุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ู„ูŽุทููŠููŒ ุฎูŽุจููŠุฑูŒ 

(ู„ู‚ู…ุงู† : ูกูฆ )

_(Luqman berkata) : “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui_

 (QS Luqman:16)

*4.  Mendidik untuk menegakkan sholat dan beramar maโ€™ruf nahi mungkar.*

 ูŠูŽุง ุจูู†ูŽูŠู‘ูŽ ุฃูŽู‚ูู…ู ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉูŽ ูˆูŽุฃู’ู…ูุฑู’ ุจูุงู„ู’ู…ูŽุนู’ุฑููˆูู ูˆูŽุงู†ู’ู‡ูŽ ุนูŽู†ู ุงู„ู’ู…ูู†ู’ูƒูŽุฑู ูˆูŽุงุตู’ุจูุฑู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽุง ุฃูŽุตูŽุงุจูŽูƒูŽ ุฅูู†ู‘ูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ู…ูู†ู’ ุนูŽุฒู’ู…ู ุงู„ู’ุฃูู…ููˆุฑู 

(ู„ู‚ู…ุงู† : ูกูง )

_”Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).”_ 

(QS Luqman :17 )

*5.  Mengajari untuk tidak sombong kepada orang lain.* 

 ูˆูŽู„ูŽุง ุชูุตูŽุนู‘ูุฑู’ ุฎูŽุฏู‘ูŽูƒูŽ ู„ูู„ู†ู‘ูŽุงุณู ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽู…ู’ุดู ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ู…ูŽุฑูŽุญู‹ุง ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ู„ูŽุง ูŠูุญูุจู‘ู ูƒูู„ู‘ูŽ ู…ูุฎู’ุชูŽุงู„ู ููŽุฎููˆุฑู (ู„ู‚ู…ุงู† : ูกูจ )

_”Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.”_

 (QS Luqman:18)

*6.  Menjadi pribadi yang penuh sopan-santun*

ูˆูŽุงู‚ู’ุตูุฏู’ ูููŠ ู…ูŽุดู’ูŠููƒูŽ ูˆูŽุงุบู’ุถูุถู’ ู…ูู†ู’ ุตูŽูˆู’ุชููƒูŽ ุฅูู†ู‘ูŽ ุฃูŽู†ู’ูƒูŽุฑูŽ ุงู„ู’ุฃูŽุตู’ูˆูŽุงุชู ู„ูŽุตูŽูˆู’ุชู ุงู„ู’ุญูŽู…ููŠุฑู 

(ู„ู‚ู…ุงู† : ูกูฉ )

_”Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.”_

(QS Luqman:19) 

๐Ÿ•Œ๐ŸŒดMari kita hijrah dari pola mendidik anak hanya untuk tujuan dunia, menuju kepada pola mendidik anak untuk tujuan dunia dan akhirat. 

Advertisements

FILOSOFI SEMANGKA

Assalamu’alaikum,

Suatu riwayat tentang Syeikh al-Imam Syaqiq al-Balkh yang wafat pada tahun 194 H./810 M

Al Kisah.., pada suatu hari Syeikh al-Imam Syaqiq al-Balkhi membeli Buah Semangka untuk istrinya. Saat disantapnya ternyata buah Semangka tersebut terasa hambar.

Dan sang isteri pun marah.

Syeikh al-Imam Syaqiq menanggapi dengan tenang amarah istrinya itu, setelah selesai di dengarkan amarahnya, beliau bertanya dengan halus: 

“Kepada siapakah kau marah wahai istriku?

Kepada pedagang buahnya kah?

atau kepada pembelinya?

atau kepada petani yang menanamnya?

ataukah kepada yang Menciptakan Buah Semangka itu?”

Tanya Syeikh al-Imam Syaqiq

Istri beliau terdiam.

Sembari tersenyum., Syeikh Syaqiq melanjutkan perkataannya:

“Seorang pedagang tidak menjual sesuatu kecuali yang terbaik…

Seorang pembeli pun pasti membeli sesuatu yang terbaik pula..!

Begitu pula seorang petani, tentu saja ia akan merawat tanamannya agar bisa menghasilkan yang terbaik..!

Maka sasaran kemarahanmu berikutnya yang tersisa, tidak lain hanya kepada yang Menciptakan Semangka itu..!”.

Pertanyaan Syeikh al-Imam Syaqiq menembus ke dalam hati sanubari istrinya. Terlihat butiran air mata menetes perlahan di kedua pelupuk matanya…

Syeikh al-Imam Syaqiq al-Balkhi pun melanjutkan ucapannya :

“Bertaqwalah wahai istriku…Terimalah apa yang sudah menjadi Ketetapan-Nya.” Agar Allah memberikan keberkahan pada kitaโ€

“Mendengar nasehat suaminya itu… Sang istri pun sadar, menunduk dan menangis mengakui kesalahannya dan ridho dengan apa yang telah Allah Subhanallohu Wa Ta’ala tetapkan.”

Pelajaran terpenting buat kita adalah bahwa setiap keluhan yg terucap sama saja kita tidak ridho dengan ketetapan Allah SWT, sehingga barokah Allah jauh dari kita.

Karena Barokah bukanlah serba cukup dan mencukupi saja, akan tetapi barokah ialah bertambahnya ketaatan kita kepada Allah dengan segala keadaan yang ada, baik yang kita sukai atau sebaliknya.

Barokah itu: “… bertambahnya ketaatanmu kepada Allah SWT.

Makanan barokah itu bukan yang komposisi gizinya lengkap, tapi makanan yang mampu membuat yang memakannya menjadi lebih taat setelah memakannya.

Hidup yang barokah bukan hanya sehat, tapi kadang sakit itu justru barokah sebagaimana Nabi Ayyub, sakitnya menjadikannya bertambah taat kepada Allah SWT.

Barokah itu tak selalu panjang umur, ada yang umurnya pendek tapi dahsyat taatnya layaknya Musab bin Umair.

Tanah yang barokah itu bukan karena subur dan panoramanya indah, karena tanah yang tandus seperti Makkah punya keutamaan di hadapan Allah…tiada banding….tiada tara.

Ilmu yang barokah itu bukan yang banyak riwayat dan catatan kakinya, akan tetapi yang barokah ialah ilmu yang mampu menjadikan seorang meneteskan keringat dan darahnya dalam beramal & berjuang untuk agama Allah.

Penghasilan barokah juga bukan gaji yg besar dan berlimpah, tetapi sejauh mana ia bisa jadi jalan rejeki bagi yang lainnya dan semakin banyak orang yang terbantu dengan penghasilan tersebut.

Anak-anak yang barokah bukanlah saat kecil mereka lucu dan imut atau setelah dewasa mereka sukses bergelar & mempunyai pekerjaan & jabatan yang hebat, tetapi anak yang barokah ialah yang senantiasa taat kepada Robb-Nya dan kelak mereka menjadi lebih shalih dari kita & tak henti-hentinya mendo’akan kedua Orangtuanya.

Semoga kita semua selalu dianugrahi kekuatan untuk senantiasa bersyukur padaNYA, agar kita mendapatkan keberkahanNYA.

Semoga bermanfaat… Wassalam

Larangan Membaca Qur’an Ketika Sujud


( Bagaimana kalau doa dari Al-Quran?)

ุนู† ุงุจู† ุนุจุงุณ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ู…ุง ู‚ุงู„ ุŒ ู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…:

ูˆูŽุฅูู†ู‘ูู‰ ู†ูู‡ููŠุชู ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽู‚ู’ุฑูŽุฃูŽ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ูŽ ุฑูŽุงูƒูุนู‹ุง ุฃูŽูˆู’ ุณูŽุงุฌูุฏู‹ุง ููŽุฃูŽู…ู‘ูŽุง ุงู„ุฑู‘ููƒููˆุนู ููŽุนูŽุธู‘ูู…ููˆุง ูููŠู‡ู ุงู„ุฑู‘ูŽุจู‘ูŽ ุนูŽุฒู‘ูŽ ูˆูŽุฌูŽู„ู‘ูŽ ูˆูŽุฃูŽู…ู‘ูŽุง ุงู„ุณู‘ูุฌููˆุฏู ููŽุงุฌู’ุชูŽู‡ูุฏููˆุง ููู‰ ุงู„ุฏู‘ูุนูŽุงุกู ููŽู‚ูŽู…ูู†ูŒ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุณู’ุชูŽุฌูŽุงุจูŽ ู„ูŽูƒูู…

ู’Dari Ibnu Abbas rodhiallohu anhuma berkata, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallama bersabda:

โ€œKetahuilah, aku dilarang untuk membaca al-Qurโ€™an dalam keadaan rukuโ€™ atau sujud. Adapun rukuโ€™ maka agungkanlah Rabb azza wa jalla, sedangkan sujud, maka berusahalah bersungguh-sungguh dalam doa, sehingga layak dikabulkan untukmu.โ€ (HR. Muslim no. 479)

Pelajaran yang terdapat dalam hadits:
1- Seperti telah kita pahami bersama bahwa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam melarang kita membaca Al Qurโ€™an ketika rukuโ€™ dan sujud.
2- Lalu apa hikmah tidak boleh membaca Al Qurโ€™an ketika rukuโ€™ dan sujud?

Ada beberapa alasan yang dikemukakan oleh para ulama.

a- Ada ulama yang menyatakan bahwa sebaik-baik rukun shalat adalah berdiri dan sebaik-baik bacaan adalah Al Qurโ€™an. Karenanya, yang afdhol ini ditempatkan pada yang afdhol. Sedangkan Al Qurโ€™an tidak diperkenankan dibaca di tempat lainnya agar tidak disangka bahwa Al Qurโ€™an punya kedudukan yang sama dengan dzikir lainnya.

b- Ada pula ulama yang menyatakan bahwa rukuโ€™ dan sujud adalah dua keadaan di mana seseorang tunduk dan hina di hadapan Allah, sehingga bacaan yang lebih pantas ketika itu adalah doโ€™a dan bacaan tasbih. Oleh karena itu, terlarang membaca Al Qurโ€™an ketika sujud dalam rangka untuk mengagungkan Al Qurโ€™an dan untuk memuliakan yang membacanya. (Lihat โ€˜Aunul Maโ€™bud, 3/91)

3- Dan para ulama telah bersepakat bahwa hukum membaca Al-Quran ketika rukuโ€™ dan sujud adalah Makruh (tidak disukai). (Lihat kitab Al-Majmuโ€™  karya Imam An-Nawawi III/411, dan Al-Mughni  karya Imam Ibnu Qudamah II/181).

4- Akan tetapi jika seorang muslim dan muslimah membaca doa sapu jagad dan doa-doa selainnya dari ayat-ayat Al-Quran ketika sujud dengan niat berdoa dan bukan bermaksud membaca Al-Quran, maka hukumnya boleh, sebagaimana yang difatwakan oleh Komite Tetap Urusan Fatwa dan Riset Ilmiah Saudi Arabia. (Lihat Fatawa 

Lajnah Daimah VI/443).

5- Untuk hati-hati kita baca doa dari hadist-hadist Nabi atau yang lain yang bukan dari Al-Quran. Tetapi kalau kita tetap mengambil doa dari Al-Quran diniatkan untuk berdoa bukan membacanya. . Wallahu ‘alam.

Tema hadist yang berkaitan dengan Al-Quran:
– Tempat yang paling dekat bagi seorang hamba kepada Tuhannya ialah saat ia sedang sujud, maka perbanyaklah berdoa (padaNya).
ูˆูŽุงุณู’ุฌูุฏู’ ูˆูŽุงู‚ู’ุชูŽุฑูุจู’

dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan). [Al Alaq: 19].

HIJRAH


Kamis  09 – November – 2017
Jam menunjukkan pukul 06 00 saat putra-putri Pak Yusuf sudah selesai mandi dan siap-siap untuk makan pagi. Keluarga Pak Yusuf membiasakan diri untuk makan pagi bersama, karena hanya makan pagi itulah waktu yang dapat digunakan untuk berkumpul bersama keluarga. Anak-anak sudah siap di meja makan dan sebagian sudah ada yang mengambil nasi. Pak Yusuf menempatkan diri di kursinya, di sebelahnya bu Yusuf yang sudah duduk duluan untuk mengambilkan nasi buat pak Yusuf sebagai bentuk baktinya kepada suaminya. Setelah semua siap, pak Yusuf memimpin doa makan untuk keluarganya. Setelah selesai berdoa, semua anggota keluarga makan dengan lahapnya. Ditengah-tengah makan,tanpa di sengaja, Fatimah anak ke 3 pak Yusuf makan dengan menggunakan tangan kiri, maka pak Yusuf mengingatkannya.

Pak Yusuf : Fatimah, makannya pakai tangan kanan nak, jangan pakai tangan kiri
Fatimah : iya Pak, ini makan nasinya pakai tangan kanan, makan lauknya pakai tangan kiri
Pak Yusuf : semuanya harus pakai tangan kanan nak, baik makan nasi maupun makan lauk atau minum. Caranya, yang akan dimakan dipindahkan ke tangan kanan. Ini adalah ajaran Nabi kita Muhammad ShallaAllohu alaihi wa salam
Setelah selesai makan, Pak Yusuf memimpin doa dan memberi sedikit taushiah untuk keluarganya. 

Pak Yusuf : istri dan anak-anakku, agama islam itu agama yang syamil(lengkap) dan kamil (sempurna) semua diatur dalam islam. Mulai makan sampai berjihad. Salah satu ajaran islam adalah makan menggunakan tangan kanan. Dulu pada zaman Nabi, ada orang yang makan menggunakan tangan kiri, dan dinasehati oleh Nabi, tetapi tidak mau menerima, dia sombong. akhirnya dia tidak dapat mengangkat tangannya, sebagaimana yang diriwayatkan dalam hadits
ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุฌูู„ุงู‹ ุฃูŽูƒูŽู„ูŽ ุนูู†ู’ุฏูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ุจูุดูู…ูŽุงู„ูู‡ู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ยซ ูƒูู„ู’ ุจููŠูŽู…ููŠู†ููƒูŽ ยป. ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ุงูŽ ุฃูŽุณู’ุชูŽุทููŠุนู ู‚ูŽุงู„ูŽ ยซ ู„ุงูŽ ุงุณู’ุชูŽุทูŽุนู’ุชูŽ ยป. ู…ูŽุง ู…ูŽู†ูŽุนูŽู‡ู ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุงู„ู’ูƒูุจู’ุฑู. ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽู…ูŽุง ุฑูŽููŽุนูŽู‡ูŽุง ุฅูู„ูŽู‰ ูููŠู‡ู
Yang artinya : _”sesungguhnya ada seseorang yang makan disisi Rosulullah ShallaAllohu alaihi wa salam dengan tangan kirinya, Rosul bersabda: makanlah dengan tangan kanan, dia menjawab : “aku tidak bisa makan pakai tangan kanan.” Rosulullah: tidaklah engkau bisa? Tidaklah mencegahnya(dari makan dengan tangan kanan) kecuali kesombongan. Maka dia tidak dapat mengangkat tangannya kepada mulutnya.”_
Hasungan : mari kita berhijrah dari tatacara makan jahiliyah  menuju tata cara makan islamiyah yang barokah. 

Gagal Dapet?


Apa yang  kita rasakan, jika kita akan menerima sejumlah uang tetapi batal/tidak jadi? Mungkin kita akan kecewa, bahkan akan stress. Dalam kehidupan di dunia, Allah Subhaanahu wa ta’ala  telah membuat hukum sebab-akibat. Kalau ada sebab yang baik, maka akan menimbulkan akibat yang baik, sebaliknya jika ada sebab yang buruk, maka akan menimbulkan akibat yang buruk. 
๐Ÿ“š๐ŸŒทJika kita akan mendapatkan sejumlah uang, tetapi tidak jadi, itu adalah akibat buruk, lha kira-kira penyebabnya apa? Dalam sebuah hadits, Rosulullah bersabda :

ุนู† ุงุจู† ู…ุณุนูˆุฏ ู‚ุงู„: ู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…: “ุฅูŠุงูƒู… ูˆุงู„ู…ุนุงุตูŠุŒ ุฅู† ุงู„ุนุจุฏ ู„ูŠุฐู†ุจ ุงู„ุฐู†ุจ ููŠุญุฑู… ุจู‡ ุฑุฒู‚ู‹ุง ู‚ุฏ ูƒุงู† ู‡ููŠู‘ูุฆ ู„ู‡”ุŒ ุซู… ุชู„ุง ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…: { ููŽุทูŽุงููŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ุทูŽุงุฆูููŒ ู…ูู†ู’ ุฑูŽุจู‘ููƒูŽ ูˆูŽู‡ูู…ู’ ู†ูŽุงุฆูู…ููˆู†ูŽ ููŽุฃูŽุตู’ุจูŽุญูŽุชู’ ูƒูŽุงู„ุตู‘ูŽุฑููŠู…ู }

_”Dari ibnu masโ€™ud berkata: bersaba Rosulullah sholallahu alaihi wassalam : jagalah dirimu dari kemaksiatan, sesungguhnya seorang hamba yang telah berbuat kesalahan/dosa, maka Allah akan mengharamkan rizki yang telah disediakan untuknya. Kemudian Rosulullah membaca ayat: (yang artinya): maka mengelilingi(kebun) bencara dari Tuhanmu,sedang mereka dalam keadaan tidur,maka pada waktu pagi, tanaman mereka seperti telah terketam.”_

๐ŸŒท๐Ÿ“šAyat/hadits itu menceritakan seorang yang memiliki kebun/sawah yang telah ditanami tanaman dan siap panen, namun mereka berniat jahat, yaitu tidak akan memberi bagiannya kepada fakir-miskin yang sudah biasa mereka berikan pada waktu yang lalu,maka Allah membakar kebun dan tanamannya, sehingga pada waktu pagi, sudah hangus menjadi arang (tidak bisa dipanen). 

๐ŸŒท๐Ÿ“šDari ayat tersebut, diambil pelajaran, bahwa Allah membatalkan rizki hambanya, ketika hamba mempunyai niat buruk

Mari kita berusaha untuk meng-istiqomahi kebaikan yang sudah kita lakukan sampai akhir hayat kita, jangan sampai kita berniat buruk untuk mengurangi kebaikan yang sudah kita lakukan, semoga Allah menambah dan memudahkan rizki kita. Aamiiin ya mujiibas Saailiin…

Haramnya Berbuat Zalim

Rabu, 1 November 2017 / 12 Safar 1439
ุนู† ุณุนูŠุฏ ุจู† ุนุจุฏ ุงู„ุนุฒูŠุฒุŒ ุนู† ุฑุจูŠุนุฉ ุจู† ูŠุฒูŠุฏุŒ ุนู† ุฃูŽุจูŠ ุฅุฏุฑูŠุณ ุงู„ุฎูˆู„ุงู†ูŠุŒ ุนู† ุฃุจูŠ ุฐุฑ ุฌู†ุฏุจ ุจู† ุฌูู†ุงุฏุฉ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ุŒ ุนู† ุงู„ู†ู‘ูŽุจูŠู‘ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ููŠู…ุง ูŠุฑูˆูŠ ุนู† ุงู„ู„ู‡ู ุชูŽุจูŽุงุฑูƒูŽ ูˆุชุนุงู„ู‰ุŒ ุฃู†ู‘ูŽู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ: ((ูŠูŽุง ุนูุจูŽุงุฏูŠุŒ ุฅู†ู‘ููŠ ุญูŽุฑู‘ูŽู…ู’ุชู ุงู„ุธูู„ู’ู…ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ู†ูŽูู’ุณูŠ ูˆูŽุฌูŽุนูŽู„ู’ุชูู‡ู ุจูŠู’ู†ูŽูƒู… ู…ูุญูŽุฑู‘ูŽู…ู‹ุง ููŽู„ุง ุชูŽุธูŽุงู„ูŽู…ููˆุง. 

ูŠูŽุง ุนูุจูŽุงุฏูŠุŒ ูƒูู„ู‘ููƒูู…ู’ ุถูŽุงู„ู‘ ุฅู„ุง ู…ูŽู†ู’ ู‡ูŽุฏูŽูŠู’ุชูู‡ู ููŽุงุณุชูŽู‡ุฏููˆู†ูŠ ุฃู‡ู’ุฏููƒูู…ู’. 

ูŠูŽุง ุนูุจูŽุงุฏูŠุŒ ูƒูู„ู‘ููƒูู…ู’ ุฌูŽุงุฆูุนูŒ ุฅู„ุง ู…ูŽู†ู’ ุฃุทู’ุนูŽู…ู’ุชูู‡ู ููŽุงุณุชูŽุทุนูู…ููˆู†ูŠ ุฃูุทู’ุนูู…ู’ูƒูู…ู’. 

ูŠูŽุง ุนูุจูŽุงุฏูŠุŒ ูƒูู„ู‘ููƒูู…ู’ ุนูŽุงุฑู ุฅู„ุง ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุณูŽูˆู’ุชูู‡ู ูุงุณู’ุชูŽูƒู’ุณููˆู†ููŠ ุฃูƒู’ุณููƒูู…ู’. 

ูŠูŽุง ุนูุจูŽุงุฏูŠุŒ ุฅู†ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุชูุฎู’ุทูุฆููˆู†ูŽ ุจุงู„ู„ู‘ูŽูŠู„ู ูˆูŽุงู„ู†ู‘ูŽู‡ุงุฑู ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุฃุบู’ููุฑู ุงู„ุฐู‘ูู†ููˆุจูŽ ุฌูŽู…ููŠุนู‹ุงุŒ ููŽุงุณู’ุชูŽุบู’ููุฑููˆู†ูŠ ุฃุบู’ููุฑู’ ู„ูŽูƒูู…ู’. 

ูŠูŽุง ุนูุจูŽุงุฏูŠุŒ ุฅู†ู‘ูŽูƒูู…ู’ ู„ูŽู†ู’ ุชูŽุจู’ู„ูุบูˆุง ุถูุฑู‘ููŠ ููŽุชูŽุถูุฑู‘ููˆู†ูŠุŒ ูˆูŽู„ูŽู†ู’ ุชูŽุจู’ู„ูุบููˆุง ู†ูŽูุนููŠ ููŽุชูŽู†ู’ููŽุนููˆู†ูŠ. 

ูŠูŽุง ุนูุจูŽุงุฏูŠุŒ ู„ูŽูˆู’ ุฃู†ู‘ูŽ ุฃูˆู‘ูŽู„ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุขุฎูุฑูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุฅูู†ู’ุณูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุฌู†ู‘ูŽูƒูู…ู’ ูƒูŽุงู†ููˆุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃุชู’ู‚ูŽู‰ ู‚ูŽู„ู’ุจู ุฑูŽุฌูู„ู ูˆูŽุงุญูุฏู ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ู…ูŽุง ุฒูŽุงุฏูŽ ุฐู„ููƒูŽ ููŠ ู…ูู„ูƒูŠ ุดูŠุฆู‹ุง. 

ูŠูŽุง ุนูุจูŽุงุฏูŠุŒ ู„ูŽูˆู’ ุฃู†ู‘ูŽ ุฃูˆู‘ูŽู„ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุขุฎูุฑูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุฅูู†ู’ุณูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุฌู†ู‘ูŽูƒูู…ู’ ูƒูŽุงู†ููˆุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูู’ุฌูŽุฑู ู‚ูŽู„ู’ุจู ุฑูŽุฌูู„ู ูˆูŽุงุญูุฏู ู…ูŽุง ู†ูŽู‚ูŽุตูŽ ุฐู„ููƒูŽ ู…ู† ู…ูู„ูƒูŠ ุดูŠุฆู‹ุง. 

ูŠูŽุง ุนูุจูŽุงุฏูŠุŒ ู„ูŽูˆู’ ุฃู†ู‘ูŽ ุฃูˆู‘ูŽู„ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุขุฎูุฑูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุฅูู†ู’ุณูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุฌู†ู‘ูŽูƒูู…ู’ ู‚ูŽุงู…ููˆุง ููŠ ุตูŽุนููŠุฏู ูˆูŽุงุญูุฏู ููŽุณูŽุฃู„ููˆู†ูŠ ููŽุฃุนู’ุทูŽูŠุชู ูƒูู„ู‘ูŽ ุฅู†ู’ุณูŽุงู†ู ู…ูŽุณู’ุฃู„ูŽุชูŽู‡ู ู…ูŽุง ู†ูŽู‚ูŽุตูŽ ุฐู„ููƒูŽ ู…ูู…ู‘ูŽุง ุนูู†ู’ุฏููŠ ุฅู„ุง ูƒู…ุง ูŠูŽู†ู’ู‚ุตู ุงู„ู…ูุฎู’ูŠูŽุทู ุฅูุฐูŽุง ุฃูุฏู’ุฎูู„ูŽ ุงู„ุจูŽุญู’ุฑูŽ. 

ูŠูŽุง ุนูุจูŽุงุฏูŠุŒ ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ู‡ููŠูŽ ุฃุนู’ู…ูŽุงู„ููƒูู…ู’ ุฃูุญู’ุตููŠู‡ูŽุง ู„ูŽูƒูู…ู’ ุซูู…ู‘ูŽ ุฃูˆูŽูู‘ููŠูƒูู…ู’ ุฅููŠู‘ูŽุงู‡ูŽุงุŒ ููŽู…ูŽู†ู’ ูˆูŽุฌูŽุฏูŽ ุฎูŽูŠุฑู‹ุง ููŽู„ู’ูŠูŽุญู’ู…ูŽุฏู ุงู„ู„ู‡ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูˆูŽุฌูŽุฏูŽ ุบูŽูŠู’ุฑูŽ ุฐู„ููƒูŽ ููŽู„ุง ูŠูŽู„ููˆู…ูŽู†ู‘ูŽ ุฅู„ุง ู†ูŽูู’ุณูŽู‡ู)). 

ู‚ูŽุงู„ูŽ ุณุนูŠุฏ: ูƒูŽุงู†ูŽ ุฃูŽุจููˆ ุฅุฏุฑูŠุณ ุฅูุฐูŽุง ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽ ุจู‡ุฐุง ุงู„ุญุฏูŠุซ ุฌูŽุซุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุฑููƒุจุชูŠู‡. ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู…. 

Dari Said bin Abdul Aziz dari Rabi’ah bin Yazid dari Abu Idris al-Khawlani dari Abu Zar, iaitu Jundub bin Junadah r.a. dari Nabi sholallohu alaihi wasallam dalam sesuatu yang diriwayatkan dari Allah Tabaraka wa Ta’ala, bahawasanya Allah berfirman – ini adalah Hadis Qudsi:
“Hai hamba-hambaKu, sesungguhnya Aku mengharamkan pada diriku sendiri akan menganiaya dan menganiaya itu Kujadikan haram di antara engkau sekalian. Maka dari itu, janganlah engkau sekalian saling menganiaya.

Wahai hamba-hambaKu, engkau semua itu tersesat, kecuali orang yang Kuberi petunjuk. Maka itu mohonlah petunjuk padaKu, engkau semua tentu Kuberi petunjuk itu.

Wahai hamba-hambaKu, engkau semua itu lapar, kecuali orang yang Kuberi makan. Maka mohonlah makan padaKu, engkau semua tentu Kuberi makanan itu.

Wahai hamba-hambaKu, engkau semua itu telanjang, kecuali orang yang Kuberi pakaian. Maka mohonlah pakaian padaKu, engkau semua tentu Kuberi pakaian itu.

Wahai hamba-hambaKu, sesungguhnya engkau semua itu berbuat kesalahan pada malam dan siang hari dan Aku inilah yang mengampunkan segala dosa. Maka mohon ampunlah padaKu, pasti engkau semua Kuampuni.

Wahai hamba-hambaKu, sesungguhnya engkau semua itu tidak dapat membahayakan Aku. Maka andaikata dapat, tentu engkau semua akan membahayakan Aku. Lagi pula engkau semua itu tidak dapat memberikan kemanfaatan padaKu. Maka andaikata dapat, tentu engkau semua akan memberikan kemanfaatan itu padaKu.

Wahai hamba-hambaKu, andaikata orang yang paling mula-mula – awal – hingga yang paling akhir, juga semua golongan manusia dan semua golongan jin, sama bersatu padu seperti hati seseorang yang paling taqwa dari antara engkau semua, hal itu tidak akan menambah keagungan sedikitpun pada kerajaanKu.

Wahai hamba-hambaKu, andaikata orang yang paling mula-mula – awal – hingga yang paling akhir, juga semua golongan manusia dan semua golongan jin, sama bersatu padu seperti hati seseorang yang paling curang dari antara engkau semua, hal itu tidak akan dapat mengurangi keagungan sedikitpun pada kerajaanKu.

Wahai hamba-hambaKu, andaikata orang yang paling mula-mula – awal – hingga yang paling akhir, juga semua golongan manusia dan semua golongan jin, sama berdiri di suatu tempat yang tinggi di atas bumi, lalu tiap seseorang meminta sesuatu padaKu dan tiap-tiap satu Kuberi menurut permintaannya masing-masing, hal itu tidak akan mengurangi apa yang menjadi milikKu, melainkan hanya seperti jarum bila dimasukkan ke dalam laut – jadi berkurangnya hanyalah seperti air yang melekat pada jarum tadi.

Wahai hamba-hambaKu, hanyasanya semua itu adalah amalan-amalanmu sendiri. Aku menghitungnya bagimu lalu Aku memberikan balasannya. Maka barangsiapa mendapatkan kebaikan, hendaklah ia memuji kepada Allah dan barangsiapa yang mendapatkan selain itu, hendaklah jangan menyesali kecuali pada dirinya sendiri.”

Said berkata: “Abu Idris itu apabila menceriterakan Hadis ini, ia duduk di atas kedua lututnya.” (Riwayat Muslim)

Pelajaran yang terdapat dalam hadits:
1- Hadis yang diriwayatkan oleh Nabi sholallohu alaihi wasallam dan berasal dari Allah disebut Hadist Qudsi (suci). Bedanya dengan al-Quran ialah kalau al-Quran merupakan mu’jizat sedang Hadis Qudsi tidak. Lagi pula hanya melulu membaca saja pada al-Quran itu sudah merupakan ibadad.

2- Menganiaya itu adalah benar-benar besar dosanya dan doanya orang yang dianiaya itu tidak akan ditolak oleh Allah.

3- Semua dosa itu dapat diampuni oleh Allah asal kita mohon ampun serta bertaubat.

4- Kalau kita taat pada Allah, melakukan semua perintahNya, ini bukan bererti bahwa Allah memerlukan kita taati. Kita taat atau tidak bagi Allah tetap saja. Maka bukannya kalau kita taat, Allah tambah mulia atau kalau kita ingkar lalu Allah kurang kemuliaanNya. Itu tidak sama sekali. Hanya saja Allah menyediakan tempat kesenangan (syurga) bagi orang yang taat dan tempat siksa (neraka) bagi orang yang ingkar.

5- Orang yang amat taqwa yang dimaksudkan dalam Hadist ini ialah Nabi Muhammad sholallohu alaihi wasallam dan yang paling curang itu ialah syaitan (setan) sebab syaitan itu dahulunya bernama Azazil dan termasuk dalam golongan jin.

6- Begitu banyaknya air laut, kalau isinya hanya dikurangi oleh jarum yang melekat di situ, maka kekurangan itu tidak bererti sama sekali. Begitulah perumpamaannya andaikata Allah mengabulkan semua permohonan makhlukNya.

Tema hadist yang berkaitan dengan Al-Quran:

– Dialah Allah yang tidak ada seorang pun meminta pertanggungjawaban-Nya dari apa yang telah dtperbuat-Nya, sedangkan mereka pasti dimintai pertanggungjawabannya. Demikian itu berkat ilmu-Nya, kebijaksanaan-Nya, dan keadilan-Nya. 
ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ู„ูŽุง ูŠูŽุธู’ู„ูู…ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณูŽ ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง ูˆูŽู„ูŽูƒูู†ู‘ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณูŽ ุฃูŽู†ู’ููุณูŽู‡ูู…ู’ ูŠูŽุธู’ู„ูู…ููˆู†ูŽ

Sesungguhnya Allah tidak berbuat aniaya kepada manusia sedikit pun, tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri. (Yunus: 44)

ALIS MUSLIMAH

Perkembangan dunia fashion saat ini membuat manusia melakukan berbagai eksperimen terhadap tubuhnya. Demi mendapatkan penampilan sempurna, tak jarang mereka melakukan perawatan kecantikan. Salah satu yang kian digandrungi oleh kaum hawa adalah mencabuti bulu alis mata. Fasilitas pelayanan ini biasa didapatkan di berbagai rumah kecantikan dan salon. 

Dalam beberapa adat pernikahan yang ada di Indonesia, kita mungkin pernah atau bahkan sering menjumpai pengantin wanita mencukur habis alisnya karena harus menyesuaikan dengan riasan pengantin di wajahnya. Tidak hanya itu, mencukur alis sampai habis pun sering kali dilakukan oleh banyak wanita yang bekerja di luar rumah untuk mempercantik diri, dengan alasan penampilan adalah penunjang keberhasilan karir mereka.

Padahal sesungguhnya perbuatan mencukur alis ini adalah salah satu perbuatan yang dilarang dan diharamkan dalam syariat Islam. Nabi Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wa sallambersabda :
ู„ูŽุนูŽู†ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ุตู„ู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู‘ู… ุงู„ู†ูŽู‘ุงู…ูุตูŽุฉูŽ ูˆูŽุงู„ู…ูุชูŽู†ูŽู…ูู‘ุตูŽุฉูŽ
โ€œNabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam melaknat wanita yang menghilangkan bulu alis dan yang meminta dihilangkan bulu alisnya.โ€ (HR. Abu Dawud, dan terdapat hadits pendukung yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari & Muslim)
Menghilangkan bulu alis maksudnya adalah mencabut bulu alis atau mencukur bulu alis atau mengerik bulu alis, dan bisa saja dilakukan sendiri baik itu sebagian maupun seluruhnya, dengan alat ataupun dengan tanpa alat. Perbuatan menghilangkan bulu alis ini termasuk perbuatan merubah ciptaan Allah. Karena itu hendaknya setiap wanita menjaga diri dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya.
Namun bila seorang wanita menemukan rambut atau bulu yang seharusnya tidak tumbuh pada wajah seorang wanita, seperti kumis dan jenggot, maka ia boleh menghilangkannya karena kumis dan jenggot tadi dapat memberikan mudharat dan memperburuk rupanya.
Kodrat seorang wanita adalah ingin selalu tampil cantik, namun tampil cantiknya seorang wanita haruslah dalam koridor syariat. Dimana kecantikan seorang wanita adalah hak suaminya, dan hanya boleh dilihat oleh orang-orang yang menjadi mahramnya. Dan seorang wanita mukminah adalah wanita yang selalu menjaga kehormatan dirinya dan menjaga hak-hak suaminya.
(Fatwa Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al โ€˜Ilmiyyah wal Iftaโ€™ (Komisi Fatwa di Saudi Arabia)
Hadits larangan an namsh adalah sebagai berikut:

ู„ูŽุนูŽู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ู’ูˆูŽุงุดูู…ูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุณู’ุชูŽูˆู’ุดูู…ูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู†ู‘ูŽุงู…ูุตูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุชูŽู†ูŽู…ู‘ูุตูŽุงุชู
โ€œAllah melaknat orang yang mentato dan yang minta ditato. Allah pula melaknat orang yang mencabut rambut wajah dan yang meminta dicabut.โ€ (HR. Muslim no. 2125)
An Nawawi rahimahullah ketika menerangkan an namsh, beliau katakan, โ€œAn naamishoh adalah orang yang menghilangkan rambut wajah, sedangkan al mutanammishoh adalah orang yang meminta dicabutkan. Perbuatan namsh itu haram kecuali jika pada wanita terdapt jenggot atau kumis, maka tidak mengapa untuk dihilangkan, bahkan menurut kami hal itu disunnahkan.โ€ (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 14/106)
Wallahul Mustaโ€™an. 
Sumber :
Majalah Al-Buhuts no 37: 170-171, Fatwa Syaikh Ibnu BazFatawa Syaikh Ibnu Utsaimin juz 2 halaman 830-831